Keren! Sunardi Panjaitan Caleg Golkar Dapil 4 Tapteng Nomor Urut 4 Siapkan Milenial - Gen Z Jadi Entrepreneur

- 13 September 2023, 09:52 WIB
Sunardi Panjaitan (Kiri) dan Hadi Suprapto Pemred Harian Haluan
Sunardi Panjaitan (Kiri) dan Hadi Suprapto Pemred Harian Haluan /Ahmad Fiqi Purba/Jurnal Medan

JAKARTA - Sunardi Panjaitan memutuskan menjadi Caleg DPRD Tapanuli Tengah dari Partai Golkar daerah pilihan 4 (Dapil 4).

Mengusung Tagline Energi Baru Tapteng, Sunardi Panjaitan yang memiliki nomor urut 4 sesuai nomor Golkar itu menegaskan bahwa dirinya akan memberikan nuansa baru dalam berpolitik di Pemilu 2024.

Pengalamannya yang cukup lama sebagai jurnalis dan dosen dibeberapa perguruan tinggi di Jakarta, menjadi modal untuk memberikan warna baru dalam perpolitikan di Tapanuli Tengah.

Ketua JPP Promedia tersebut menerangkan, saat ini dirinya bersama dengan tim mencoba merumuskan program yang akan diperjuangkan jika kelak terpilih menjadi anggota DPRD.

Baca Juga: Lirik dan Kunci Gitar Lagu Tondi Tondiku - Style Voice, Lagu Batak Populer, Chord Nada Dasar C Mudah

Rumusan tersebut disusun berdasarkan hasil pertemuan dengan berbagai kelompok masyarakat di Tapanuli Tengah dan riset atas kondisi kehidupan masyarakat di Tapanuli Tengah.

"Kita mencoba merumuskan apa yang akan kita perjuangkan dan akan kita lakukan kalau nanti kita diberikan amanah oleh masyarakat," kata Sunardi Panjaitan dikutip dari tayangan YouTube Haluan Media, Rabu 13 September 2023.

Sunardi menegaskan dirinya telah memiliki 4 fokus perjuangan jika nanti diberikan amanah oleh masyarakat menjadi Anggota DPRD.

"Pertama kita ingin pemberdayaan pemuda lewat rumah kreatif," ujarnya.

Baca Juga: Kunci Gitar Lagu Huta Naso Hu Todo dari Arghado, Lengkap Lirik Lagu , Mainkan dari Chord C Mudah

Sunardi menjelaskan di rumah kreatif tersebut nantinya akan dibuat menjadi satu pusat kegiatan anak-anak muda generasi milenial dan gen Z untuk tumbuh menjadi enteprenuer.

"Kita nanti bisa melatih mereka untuk menjadi content creator, YouTuber dan lain-lain yang berbasis digital sehingga bisa kelak siap menjadi entreprenuer baru di sektor digital," ujarnya.

Hal ini kata Sunardi sangat penting sebab sekarang ini menurutnya dunianya sudah mengarah ke serba digital.

"Jadi saya membayangkan di rumah kreatif itu nanti akan menjadi pusat kegiatan digital di sana," ujarnya.

Baca Juga: Catat! Inilah List Deterjen Baju Bayi yang Aman dan Lembut untuk Kulit Buah Hati!

Kemudian yang kedua lanjut Sunardi, adalah sektor pendidikan. Menurutnya, lewat rumah kreatif dirinya akan memfasilitasi anak-anak yang kurang mampu namun melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi untuk dapat beasiswa.

"Kita (rumah kreatif) akan bekerjasama dengan beberapa pihak untuk bisa mendapatkan beasiswa bagi anak-anak yang mau sekolah, kuliah tapi mereka tidak punya kemampuan," ujarnya.

Masalah pendidikan ini menurut Sunardi menjadi sebuah problem di Dapilnya.

Dikatakannya, selama turun ke Dapil dan bertemu masyarakat, salah satu keluhan yang banyak disampaikan masyarakat adalah tentang anaknya gak bisa sekolah karena tidak mempunyai biaya.

Baca Juga: Lirik dan Kunci Gitar Here With Me dari D4vd, Viral di Tiktok, Musik Chord dari Petikan Nada C

"Di beberapa kasus, saya minta mereka untuk kuliah pendaftarannya dan uang pertamanya kita bantu, tapi untuk biaya hidupnya orang tuanya," ujarnya.

"Tapi inikan belum terlembagakan dengan baik, nah dari situ kita kemudian berpikir kenapa kemudian tidak kita lembagakan dalam bentuk Program Rumah Kreatif," katanya menambahkan.

Selanjutnya fokus ketiga masih terkait dengan pendidikan yakni menyiapkan generasi mudah Tapteng memiliki kemampuan bahasa asing yang mumpuni.

Hal ini juga menurutnya menjadi program Rumah Kreatif yang akan didirikannya.

Dikatakan Sunardi penguatan bahasa asing ini penting mengingat Tapanuli Tengah adalah daerah wisata.

Baca Juga: Lirik Kunci Gitar Sayang Kel Aku dari Narta Siregar, Lagu Batak Karo, Chord dari Nada G

"Daerah kami itu daerah wisata. Nah itu bayangan kita, kita mau latih anak-anak muda berbahasa Inggris sehingga kemudian nanti ketika mereka bisa mendampingi wisatawan luar negeri menjadi guide tour di Tapteng," ujarnya.

"Karena daerah kami itu turunan dari Danau Toba sebenarnya. Kalau wisatawan bosan di Danau Toba harapannya mereka turun ke Tapanuli Tengah liatin pantai, air terjun, liatin wisata religi," tambahnya lagi.

Di Tapteng lanjut Sunardi wisata religi seperti titik nol peradaban Islam, situs-situs Islam pertamakali masuk Indonesia.

"Itukan bisa kita manfaatkan, tapi sekarang tidak ada yang menjadi guide tuornya," ujarnya.

"Jadi di Rumah Creative itu akan terkonsentrasi program digital, pendidikan sama pemberdayaan pemuda," ungkapnya.

Fokus ke empat, kata Sunardi dirinya akan bergerak di sektor riil seperti pertanian, perkebunan dan kelautan.

"Kita mau memperjuangkan pupuk untuk masyarakat. Karena disana ada sawit dan padi. Bukan sawit konteks perusahaan ya, tapi sawit perorangan yang mereka juga butuh subsidi pupuk yang sekarang mereka sulit dapatkan. Begitu juga pupuk sawah dan lain-lain," katanya.

Tak cuma sektor pertanian, Sunardi mengatakan dirinya juga akan perjuangkan sektor riil untuk nelayan.

"Karena daerah kami itu daerah pantai juga jadi banyak masyarakat yang menggantungkan hidup jadi nelayan," katanya.

"Jadi saya kira dengan posisi kita nanti dan jaringan yang kita miliki kita bisa memperkuat atau mendapatkan bantuan CSR dari lembaga pemerintah dan swasta," katanya.

Sunardi mengatakan 4 fokus perjuangannya tersebut nantinya akan dia perkuat dari sisi aturan legislasi jika dia diberikan amanah.

Lewat program-program tersebut, Sunardi berharap di Tapanuli Tengah akan hadir satu pusat kegiatan berbasis digital dan bahasa asing yang bisa menjadi kegiatan pemberdayaan untuk anak-anak muda.

"Jadi dengan begitu, saya membayangkan di STapteng itu bisa jadi pusat digital, dunia kreatif anak-anak mudanya muncul tapi juga memaksimalkan SDA berupa pariwisata dan perkebunan pertanian yang itu nanti bisa mendongkrak PAD dan perekenomian masyarakat," ungkapnya.

Jadi yang paling utama kata Sunardi dirinya mau merangkul anak-anak muda yang mungkin sehabis SMA tidak bisa kuliah kemudian diajak untuk dilatih digitalprenuer dan enterprenuer.

"Nanti kita datangkan instrukturnya, itu bisa kita lakukan," tegasnya. (*)

Editor: Ahmad Fiqi Purba


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah